Assalamualaikum Readers :) 



 Biar akrab, penulis manggil dirinya sebagai penulis saja yah, biar leih misterius. hehe. Soalnya kalau pake saya, itu terlalu formal. Pake Aku terlalu gimanaa gitu. Pake Gue, pernah juga penulis pake itu, tapi alhasil ada yang kasih feedback kalau penulis orangnya sok asik, sok gaul. Jadi Yasudah biar pas pake kata penulis aja. semoga itu juga bagian dari doa buat jadi penulis yang hebat. Amin :)

Kalau nama, udah jelas banget ada di judul pertama kalian buka blog, Ila Nurul Fadilah. Penulis lahir tanggal 14 Februari 1994, jadi tahun ini umurnya beberapa hari lagi 22 tahun. Sekarang Penulis kuliah di salah satu perguruan tinggi swasta namanya ESQ Business School ngambil jurusan Sistem Informasi Bisnis.Penulis pengen banget nanti pas wisuda dapet julukan cumlaude. Amin Ya Rabbal Alamin.

Golongan darah juga perlu kali yah, biar ketauan karakternya kaya gimana, kan suka ada line akun atau artikel yang ngejelasin golongan darah. hehe . Penulis golongan darahnya A, punya badan ga tinggi-tinggi banget (pendek) dan ga kurus kurus banget (aga gendut). Kalau masalah kepribadian, penulis masuk kategori orang yang dominan sangat feeling, menganalisa keadaan atau bertindak sesuai perasaannya. Kadang banyak temen yang protes gara-gara itu. hehe

Penulis salah satu orang yang tidak menyukai konflik, mungkin pas SD sering konflik sama temen, jadinya sekarang takut sama konflik. Tapi di satu sisi, penulis sadar bahwa ada hal negatifnya juga kalau menghindari konflik. sampe sekarang penulis coba belajar buat ngehadepin konfllik itu sendiri.

Mungkin cukup segini dulu kali ya perkenalannya. nanti penulis lanjut lagi lain waktu. Atau kalian bisa chat  / kontak penulis di akun social medianya. ada di menu kok akun-akunnya. mau lewat email juga boleh, ilanurulf@gmail.com. Ditunggu yah feedback dari setiap tulisan di blog ini.

Wassalamualaikum Readers :)

♥ Salam hangat  dari hati yang terdalam ♥

Fadilah As Writer


     Setelah berpusing-pusing ria belajar, ngerjain tugas dan juga final exam di kampus tercinta. Liburan yang dinantikan pun tiba, laksana rafunzel yang menanti sang pangeran untuk membebaskannya, laksana kang kabayan menanti iteung (emang begitu kisahnya?), laksana katak dalam tempurung (ga nyambung). *stop_gilanya
      Maksud Aa disini tuh bukan cewe yang nyebut ke cowonya aa. Tapi gue sebagai adik nyebut ke kaka gue Aa lantaran gue orang sunda dan dari kecil gue manggil beliau aa.  Itu dia muka aa gue, golongan darah beliau 'A' dan beliau lahir tepat 20 Juni 1987. Yah kira-kira umur 25an lah sekarang. Gue disini bakal ceritain tentang Aa gue yang subhanallah baik banget, gue bakal beberin kebaikan beliau.
      Setiap orang pasti punya perasaan seneng, marah, sedih yang kalo disatuin itu namanya emosi. dia bisa dateng kapan aja sama kita, kadang baik buat kita. kadang juga jelek buat kita. Dan disini gue bakal sharing tentang pengalaman emosi gue. kalo lo pernah emosi, biasa lah. tapi yang luar biasa kalo lo tau makna cerita atau sharing gue ini. dan yang paling luar biasa??? lo harus bisa mengendalikan emosi lo dan memaknainya setelah itu. 


            Mamah, sosok yang uda susah payah bawa-bawa gue dalam perutnya selama 9 bulan. Sosok yang telah mempertaruhkan nyawanya buat gue pas ngelahirin. Sosok yang ikhlas menjaga dan membesarkan gue sampe umur gue 20 tahun saat ini. Dan juga sosok yang telah banting tulang bantu Bapak buat ngebiayain hidup gue dan keluarga. Ga salah dong kalo gue sebut Mamah superhero di dunia gue. Kalo gada Mamah kita ga lahir, kalo gada Mamah bakal jadi apa kita gedenya? Kalo gada Mamah siapa yang ngajarin kita tentang kehidupan? So, keberadaan Mamah sangatlah penting buat gue, lo dan kita semua. Mamah is the real superhero :).
     eaaaaa.....eaaaaaa...eaaaaaa.
Aku lahir dengan sebuah tangisan.
Lahir dari rahim suci ibuku.
Tangisan itu arti kebahagian bagi kedua orangtuaku
      Barusan gue dapet kisah yang luar biasa dari dosen algoritma gue bu Asri. Beliau sharing sama kami mahasiswa Business Information System.  CHECK THIS OUT.....!!!!!

       Lo tau ga hidup elang bisa mencapai ampe berapa tahun???? Tuh elang bisa idup ampe 70 tahun bung!!! lama kan tuh? tapi, ada tapinya nih. Disaat dia berumur 40 tahun, dia harus mengambil keputusan yang dua duanya itu menyakitkan. Lo kan tau, elang makin bertambah umurnya, paruh elang itu bakal tumbuh terus ampe ujung paruh si elang kena sampe dadanya, bulunya makin banyak dan itu bikin dia susah untuk terbang, cakarnya sudah lemah. Di usia 40 tahun, dia harus mengambil keputusan yaitu menunggu mati atau bertahan untuk bertransformasi yang itu menyakitkan selama 150 hari. Pada saat dia bertransformasi, dia pergi ke dasar jurang yang amat sangat dalam dan bersarang di tepi jurang agar tidak ditemukan oleh musuhya. Dan selama bertransformasi di sarangnya yang di tepi jurang, dia harus mematuk-matukan paruhnya ke batu supaya si paruh itu lepas.
        Hatinya berbunga-bunga seperti tembang sunda “Hate Bungangang, rapot alus angkana”. Tapi bukan nilai rapot yang saat ini membuat hati Ze bahagia, melainkan ia baru saja menerima informasi bahwa ia lulus SNMPTN. Pagi itu setelah mendapatkan informasi yang mengejutkan, Ze langsung menghampiri Ibunya untuk menyampaikan kabar bahagia tersebut. Tetapi hal yang mengejutkan terjadi untuk kebahagiaan Zebaeda.
“Ze, Malang itu jauh banget. Kamu juga sering banget sakit-sakitan. Ibu Bapa khawatir sama kamu Ze. Kalau mah kamu di Jakarta, jadi kalau kamu nanti sakit, Ibu Bapa bisa segera tau kondisi kamu. Sedangkan kalau kamu di Malang, butuh satuh hari untuk Ibu sampai sana. Kamu ngerti ya Ze.” Saran Ibunya lembut

          Hati Ze tertegun ketika mendengar ibunya berkata seperti itu. Hatinya berontak tak karuan. Ze hanya berlari ke kamar, ia menangis tersedu-sedu di kamarnya. Hingga kedua orangtuanya datang.
“Ko kamu malah nangis sih Ze?” Bapanya sedikit emosi.
“Gimana Ze ga nangis, dulu pas Ze bilang mau kemana? Ibu Bapa bilang terserah Ze. Tapi sekarang apa? Kenapa tiba-tiba dilarang?” Ze menangis emosi.
“DUUAAAAKKK..!!!!!” Bapa menendang pintu. “KENAPA SIH KAMU TUH SUKA NGEBANTAH, IBU BAPA NGELARANG JUGA BUAT KEBAIKAN KAMU ZE.!!!!!” Bentak Bapa.

       Setelah itu, Bapa dan Ibu hanya pergi meninggalkan Ze sendiri di kamar. Ze tetap menangis dalam kesedihan yang amat mendalam. Tapi Ze menyadari mungkin Malang bukanlah kampus yang terbaik untuk dirinya. Akhirnya Bapa menyarankan Ze untuk mengikuti tes masuk di salah satu perguruan tinggi swasta favorit di Jakarta. Dan Alhamdulilah Ze lulus dan mendapatkan juara ke III dalam tes masuk PTS tersebut, Ze bahagia karena itu. Lantas Ze tenang dan semoga di PTS ini adalah pilihan terbaik untuknya. Tapi kejadian yang mengejutkan terjadi lagi dalam hidup Ze setelah ia mendapatkan berita dari kedua orangtuanya.
“Ze, kamu kuliah tahun depan aja ya  kuliahnya.” Ibu bilang
“HAH? KENAPA BU?” Ze tersentak.
“Mendadak haji ibu ama bapa dipercepat tahun ini Ze, uang buat kamu kuliah mau bapa ibu bawa dulu.” Ibu menjelaskan.

        Ze tak tahu harus bagaimana ia menyikapi ini semua. Ia hanya bisa meneteskan air matanya terus dan terus tiada henti. Ia harus bisa melewati semua ini dan menerima semua keadaan karena ini menyengkut impian ibu dan bapanya untuk pergi haji. Ze tak ingin membuat mereka berdua sedih jika mereka tidak jadi pergi haji karena uangnya tak ada. Ia bersabar dan mencoba mengerti, mungkin ini yang terbaik untuknya.

       Setahun telah Ze lewati dengan hanya bermain di rumah karena orangtuanya tidak membolehkan Ze untuk bekerja. Ze bertekad, tahun ini Ze harus kuliah. HARUS KULIAH!!!!! Ze tak mau melewati setahun lagi yang membuat hidupnya datar dan tidak menikmati kehidupan seperti teman-teman sebayanya.

        Akhirnya Ze mencoba di salah satu perguruan tinggi swasta bisnis yang baru buka perkuliahannya, tetapi merupakan bagian lembaga yang sudah termahsyur namanya hingga ke luar negeri. Dan Alhamdulillah Ze diterima di perguruan tinggi swasta tersebut. Ze bahagia saat ini dan merasa sangat nyaman untuk kehidupannya saat ini. Ze yakin, semua yang ia jalani dan lewati adalah hal yang terbaik untuk kehidupannya kelak.


TAMAT.........................!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
      Kala itu langit tengah menangis sedih dan menjatuhkan air matanya di atas karpet tanah yang sudah sobek dan retak tak karuan. Sama halnya dengan hati gadis yang sedang diguyur rasa gundah gulana yang berkecamuk dalam benaknya, meratapi kegundahannya di sisi jendela. Nama gadis itu Zebaeda, panggilan akrab untuk ia adalah Ze, ia saat ini duduk di bangku kelas tiga SMA.  
“Ting..tong..ting..tong..” Bel sudah menjerit tanda pelajaran akan dimulai.

       Kini suasana sekolah sudah tenang, dan saat itu kelas Zebaeda sedang belajar matematika Pak Khafi. yang gurunya terkenal akan motivasinya kepada siswanya untuk terus berusaha keras agar bisa melanjutkan ke PTN (Perguruan Tinggi Negeri). Ketika Ze pulang sekolah, ia selalu terngiang dalam benaknya kata-kata sang guru “Kalian itu kalau ingin lulus SNMPTN, pintar saja tidak cukup!!! Tapi kalian juga harus cerdas dan cerdik mengambil peluang.” Kata-kata itu yang menemani langkah pulang Ze.
“Assalamu’alaikum.” Ia tiba di rumah.
“Wa’alikumsalam, Ze sudah pulang?.” Ibunya menyahut

      Ze langsung menuju kamarnya bergegas membersihkan dirinya, setelah itu itu mencoba berdiskusi kepada kedua orangtuanya perihal kelanjutan pendidikan ia yang sudah harus ia hadapi.
“Ze, kuliah dimana baiknya menurut Ibu sama Bapa.?” Ia memulai pembicaraan.
“Untuk urusan itu, Bapa sama Ibu serahkan sama Ze keputusannya.” Ibunya bilang
“Jadi Ibu Bapa setuju-setuju aja sama pilihan Ze.?” Ia menegaskan
“Iya Ze.” Ibunya meyakinkan.

         Hati Ze tenang mendengar keputusan Ibu dan Bapanya, UN telah ia capai. Dan saat ini ia sebentar lagi mengahadapi ratusan juta manusia berebut untuk mendapatkan PTN.  Try out demi try out ia hadapi, soal yang Pak Khafi berikan untuknya perlahan-lahan ia kerjakan dengan serius. Kata-kata yang keluar dari mulut Pak Khafi ia tanamkan dalam hati “Ingat, kalian harus pintar mencari peluang! Harus cerdas memilih jurusan, jangan selalu tergoda akan jurusan favorit, tidak semua jurusan itu bisa cocok untuk kalian! Semua jurusan itu baik tidak ada yang tidak baik.”

        Hari mendebarkan itu tiba, Ze berangkat dengan niat sungguh-sungguh dan dibekali restu orangtua juga keringat belajarnya ia berjuang. Soal-soal SNMPTN ia lahap sebisa otaknya berpikir. Dan ia tinggal menunggu hasil keringatnya itu. Sekian lama menunggu, pengumuman itu tiba. Tapi Ze tidak berani membuka hasilnya sampai keesokan harinya.
“Kukuruyuk....kukuruyuk...” Para ayam sudah berceloteh ria di pagi hari
Ze terbangun dengan mengusap kedua matanya, ia langsung mencari handphone yang biasa ia gunakan, barangkali ada temannya yang memberi informasi tentang kelulusanku.
“ 5 pesan diterima.” Tulisan di hpnya
Dan ia langsung lompat kegirangan setelah mengetahui bahwa ia lulus SNMPTN di pilihan ke-2 yaitu di Malang.

To Be Continued.....

AKANKAH ZEBAEDA BAHAGIA SETELAH ITU?  APAKAH SEBALIKNYA, IA AKAN MENDERITA !!!


Dear


Teman hidup terbaikku.

Salam peluk dan cium untuk sahabat terbaikku,

       Bertahun-tahun kita lewati hari di dalam kehidupan yang silih berganti memakan waktu yang ada. Ketika keadaan buruk terjadi, engkau menemaniku dan banyak hal yang kau lakukan untukku sobat.

Sedih melandaku, engkau selalu mencoba merangkulku dengan lembut.
Galau datang menghampiri, engkau menyentuhku dan mengobatinya.
Air mataku jatuh dan mengalir, engkau bawakan sapu tangan dan perlahan tanganmu menghapusnya.
           
        Ketika keadaan baik datang, engkau selalu setia dan ada disampingku menemani setiap langkahku.

Senyuman terlihat di bibirku, engkau tertular oleh senyumanku.
Ketika itu kita tersenyum bersama melewati hari.
Rona bahagia terpancar di wajahku, engkau tersenyum bahagia di sampingku.
Ketika itu kita saling mewarnai hari.

       Sobat, aku sadar. Engkau sangat berharga dan berarti untuk hidupku. Engkau adalah sosok malaikat hidupku. Engkau itu teman sejati hidupku.

       Sobat terbaikku, terima kasih untuk semua yang telah engkau lakukan  untuk mengisi warna-warna indah dalam  hidupku.

Ya Allah Ya Rabb, Bahagiakanlah semua sahabatku selalu. AMIIIN  J .






Dengan bangga
Sahabatmu,


ILA NURUL FADILAH